Thursday, August 30, 2012

JANJI DITEPATI

" JANJI DITEPATI "
Ingatlah bahawa kita pernah berjanji kepada Ilahi semasa di alam roh dulu. Apa janji kita pada Allah S.W.T?
Mungkin ada yang tidak tahu yang kita pernah mengikat janji kepada Al-Khaliq. Kita pernah mementerai satu perjanjian dengan Allah S.W.T di mana kita mahu bertuhankan kepada-Nya.

Janji kita dengan ALLAH, adakah sudah ditepati?


Janji yang sering kita ulangi dalam solat kita iaitu, "Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk ALLAH Tuhan sekelian alam."

"Kami hanya memperhambakan diri kepada-Mu dan hanya meminta pertolongan-Mu."

Usah mudah berkata, janji ditepati andai janji dengan Tuhan sering dimungkiri..
# Muhasabah Diri...






Erti sebuah Perju@ngan: Jangan lupa janji kita dengan Allah dulu....

Erti sebuah Perju@ngan: Jangan lupa janji kita dengan Allah dulu....: Assalamualaikum WBT..salam sua kembali utk semua...huu~lama dah x update :) kesibukkan utk terus mencari ilmu...Alhamdulillah Allah memberi...

Thursday, June 14, 2012



Nasihat Syeikh Abdul Kadir Al-Jailani
Jika engkau bertemu dengan seseorang, maka yakinilah bahawa dia lebih baik darimu.
Ucapkan dalam hatimu :
“Mungkin kedudukannya di sisi Allah jauh lebih baik dan lebih tinggi dariku”.
Jika bertemu anak kecil, maka ucapkanlah (dalam hatimu) :
“Anak ini belum bermaksiat kepada Allah, sedangkan diriku telah banyak bermaksiat kepadaNya. Tentu anak ini jauh lebih baik dariku”..
Jika bertemu orang tua, maka ucapkanlah (dalam hatimu):
“Dia telah beribadah kepada Allah jauh lebih lama dariku, tentu dia lebih baik dariku.”
Jika bertemu dengan seorang yang berilmu, maka ucapkanlah (dalam hatimu):
“Orang ini memperoleh kurnia yang tidak akan kuperolehi, mencapai kedudukan yang tidak akan pernah kucapai, mengetahui apa yang tidak kuketahui dan dia mengamalkan ilmunya, tentu dia lebih baik dariku.”
Jika bertemu dengan seorang yang bodoh, maka katakanlah (dalam hatimu) :
“Orang ini bermaksiat kepada Allah kerana dia bodoh (tidak tahu), sedangkan aku bermaksiat kepadaNya padahal aku mengetahui akibatnya. Dan aku tidak tahu bagaimana akhir umurku dan umurnya kelak. Dia tentu lebih baik dariku.”
Jika bertemu dengan orang kafir, maka katakanlah (dalam hatimu) :
“Aku tidak tahu bagaimana keadaannya kelak, mungkin di akhir usianya dia memeluk Islam dan beramal soleh. Dan mungkin boleh jadi di akhir usia diriku kufur dan berbuat buruk.
“Wahai orang2 yang beriman! Jauhilah kebanyakan prasangka, kerana sesungguhnya sebahagian prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari2 keburukan orang, dan janganlah sebahagian kamu memperguncingkan sebahagian yang lain. Apakah salah seorang kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati, padahal kalau kamu dikemukakan daging mayat maka kamu membencinya. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat dan senantiasa mencurahkan rahmat-Nya” ~ Surah Al-Hujarat, ayat 12

Friday, January 6, 2012

Persahabatan



~ " Aku mencintai sahabatku dengan segenap jiwaku, sahabat yang baik adalah seiring denganku dan menjaga nama baikku ketika aku hidup atau selepas mati, ku hulurkan tangan kepada sahabatku, untuk berkenalan kerana aku akan merasa senang, semakin ramai sahabat, semakin aku percaya diri, aku selalu berharap mendapat sahabat sejati, yang tidak luntur baiknya, dalam suka dan duka, jika aku dapat, aku ingin setia padanya" ~ - Imam Syafie -

Saturday, December 17, 2011

Taman Orang-Orang Jatuh Cinta Dan Memendam Rindu : - Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah


Cinta - sebentuk kata yang tetap saja mengguncangkan dunia, sedari masa Adam-Hawa, Yusuf-Zulaika, Samson-Delilah, Romeo-Juliet, hingga sampai masanya Cinta dan Rangga. Cerita cinta memang penuh romantika hingga tak lekang diperjalanan masa. Ia mendorong penakut menjadi pemberani, orang kikir menjadi dermawan, mencuci pikiran orang yang dengki, memfasihkan Lidah orang yang gagap, membangkitkan keinginan orang yang lemah, merendahkan kehormatan para raja, menampakkan kehebatan para pemberani, gejolak menjadi tenang, akhlak dan kepribadian menjadi tertata, ada kegembiraan yang menari-nari didalam jiwa dan kesenangan yang bersemayam di dalam hati. Ya, cinta ? apapun kisahnya, tetap segar dihadapan mata.

Menghindari Cinta ?
Abu Naufal pernah ditanya, "Apakah seseorang bisa menghindar dari cinta ?". Dia menjawab, "Bisa, yaitu orang yang hatinya keras dan bodoh, yang tidak memiliki keutaman dan pemahaman, Sekalipun seseorang hanya memiliki sedikit kepandaian, kehalusan penduduk Hijaz dan kepintaran penduduj Iraq, tidak mungkin bisa menghindar dari Cinta '.Cinta, suatu rasa yang tak pernah mungkin didusta, ia akan selalu mengiringi perjalanan setiap manusia. Ia hadir disetiap hembusan nafas, melantunkan nada-nada indah yang senantiasa dinantikan. Bisa saja seseorang mengatakan pada seluruh dunia bahwa ia tak pernah jatuh cinta, namun hatinya tak kan pernah sepi dari rasa rindu, kecemasan ingin berjumpa, ketakutan ditinggalkan, maupun kebahagiaan yang menyeruak tatkala sinyal-sinyal cinta mulai berdenyut didalam dada. Cinta adalah gejolak yang bisa ditampilkan pada segenap dunia ataupun dikubur-dipendam dijurang sukma terdalam, namun ia akan selalu ada - tak kan pernah tiada..

Perjalanan Cinta.
Cintalah yang pertama kali menegarkan hati Ia datang bersama takdir berjalan beriringan Jika pemuda berenang di samudera cinta tak bertepi Datang banyak masalah yang tak tertanggungkan Siapa yang sanggup memikul cinta dihati Bencana datang bersama rahasia-rahasianya.

Permulaan cinta indah menawan dihati
Akhirnya kematian laksana permainan
Ia bermula dari pandangan dan canda
Menjalar dihati laksana bara api
Seperti api yang bermula dari percikan
Jika membesar ia akan membakar semua kayu.

Begitulah syair-syair para pecinta ketika menggambarkan cintanya. Suatu Kata yang begitu bebas merdeka namun kini semakin terpasung didalam keangkuhan nafsu manusia. Cinta yang mulanya begitu indah, kini hanya digambarkan dengan kisah asmara dua sejoli yang penuh hasrat menggebu menutup pintu-pintu kasih-sayang.  Dengan cinta, semestinya kedamaian yang tercipta, namun manakala syahwat yang berkuasa, hanya derita yang akan tersisa. Kebebasan dalam menikmati cinta akan terpenjara oleh komitmen penuh dusta, berjanji setia selamanya, makan nggak makan asal berdua, dunia milik kita (yang lain numpang-red), sehidup semati, kaulah segalanya, berkorban apapun aku rela. Akhirnya saat pembuktian tiba tatkala tamu bulanan tak kunjung tiba, cemas yang melanda, mual-mual dan menginginkan hal-hal yang tak biasa (ngidam-red), semua bencana berkunjung serta-merta dikarenakan nafsu yang telah membutakan cinta. Mulailah waktunya ikrar dipertanyakan, tanggung jawab dicari, meletusnya bukit-bukit kehinaan. Cinta, bagaimanapun indahnya, tatkala ia diselimuti dengan nasfu yang merajalela, hanya akan mengantarkan derita.

Kemanakah Cinta Kau Persembahkan ?
Apakah cinta sucimu hanya akan kau persembahkan kepada dunia. Apapun bentuknya, kekasih yang begitu jelita, keluarga yang penuh kehangatan, teman tempat berbagi cerita, harta yang berlimpah, jabatan yang tertinggi, tak ada yang berhak mendapatkan cinta sebelum kau persembahkan ia pada yang haq, Sang Pencipta, penebar cinta diseluruh semesta. Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saaudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaah yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumag tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan rasul-Nya dan (dari) berjihad dijalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasiq. (Q.S. at Taubah: 24).

Sadarilah bahwa cinta sejati hanyalah milik Allah semata. Disebabkan oleh cinta-Nyal kita hadir didunia, mendapatkan kesempatan istimewa untuk menjadi khalifah-Nya. Oleh karena itu, tak ada alasan bagi kita untuk menduakan cinta-Nya. Ia yang telah menjadikan kita dengan segala kesempurnaan, menjaga kelangsungan hidup kita dengan tak putusnya mencurahkan rahmat dan nikmat yang tiada terkira. Tanpa cinta-Nya tak kan ada belaian kasih seorang ibu pada anaknya, tak kan ada perjuangan seorang ayah untuk buah hatinya, tak kan ada hangatnya sinar sang surya yang meyelimuti dunia, dan tak kan pernah kita jumpai keindahan dan pesona alam semesta yang begitu sempurna. Maha besar Ia dengan segala cinta-Nya.

Marilah kembali menatap segala laku kita, apakah cinta kita telah berada pada tempat yang semestinya. Apakah dalam jiwa kita tersimpan rindu yang membara menanti perjumpaan dengan-Nya, Apakah hati kita memendam harap, gelisah, cemas, dan takut tatkala bercermin diri, melihat segala amalan Yang telah dilakukan selama ini. Mengharapkan diterimanya segala ibadah, dan cemas serta takut apabila amal ini tidak diterima oleh-Nya. Apakah cinta kita pada-Nya begitu tulus, sehingga kita akan senantiasa mencintai apa yang Ia cintai dan akan membenci apa yang Ia benci. Apakah kita telah berbakti pada orangtua, karena Allah mencintai seorang anak yang berbakti pada
orangtuanya. Apakah kita rela berkorban menegakkan kalimat-Nya di muka bumi, menyerukan yang ma'ruf dan mencegah segala yang munkar, karena Allah mencintai hamba-Nya yang berjuang dijalan-Nya. Bulatkan tekad, tetapkan niat, wujudkan dalam sikap, Allah cinta kami tertinggi. Islam tidak melarang sesuatu yang berguna bagi manusia, tetapi mengaturnya. Cinta kasih dalam Islam mempunyai bagian-bagian yang berhubungan dengan Sang Pencipta, makhluk-Nya, pribadi-pribadi dan masyarakat. Apabila cinta kasih keluar dari aturan, yang didapatnya bukan cinta kasih tetapi derita.Tidakkah kita melihat bahwa Sang Pencipta memberikan sesuatu yang dapat  membawa keberkahan dan kebahagiaan bagi umat manusia.

'Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang beriman sangat cinta kepada Allah". (Q.S. Al Baqarah: 165)

Sesungguhnya tak pernah sang kekasih mencari tanpa dicari oleh kekasihnya
Apabila kilat cinta t'lah menyambar hati ini
Ketahuilah bahwa ada cinta dalam hati yang lain Apabila cinta Allah bertambah besar di dalam hatimu Pastilah Allah menaruh cinta atasmu
Tak ada bunyi tepuk tangan hanya dengan satu tangan
Kebijaksanaan Ilahi adalah takdir dan ketetapan yang membuat kita cinta satu
dengan yang lain Sampai akhir hingga dunia akan terpelihara oleh kesatuan
kita  (Potongan Puisi Jalaludin Rumi) .

Monday, November 28, 2011

Ku Cinta Dia..



Dialah Allah. Maha Pemurah. Maha Penyayang.
Maha Pencipta, Maha Pengampun.
Maha Pengurnia, Maha Pemberi Rezeki, Maha Pembuka Rahmat.
Maha Pelapang Hidup, Maha Pemberi Manfaat.
Dialah al-Wadud, Yang Maha Mencintai.
Katakanlah, ku cinta Dia.
Mengapa Kita Mencintai Allah S.W.T?
1. Sebagai bukti bahawa kita adalah hamba yang  bersyukur
وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَالأفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibu kamu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia mengurniakan kepada kamu pendengaran dan penglihatan serta hati (akal fikiran) supaya kamu bersyukur.
(Surah Al-Nahlu 16: Ayat 78)
Alhamdulillah. Kita boleh mendengar. Tetapi ada insan yang dilahirkan pekak sekaligus bisu.
Kita boleh melihat. Ada insan yang dilahirkan tidak mampu melihat. Ada yang kehilangan penglihatannya.
Kita boleh berfikir secara waras. Ada insan yang perkembangan akalnya terbantut atau lambat.
Adakah kita bersyukur?
Bagaimana kita bersyukur?
Tidak lain melainkan dengan ketaatan dan kecintaan kepada Allah S.W.T. Pendengaran, penglihatan dan hati, perlu dihiasi dengan ketaatan dan kecintaan kepada-Nya.
2. Demi mencapai kemanisan Iman
Sabda Rasulullah S.A.W. :
"Tiga perkara yang barangsiapa terdapat (ketiga-tiga perkara itu) padanya nescaya dia memperolehi kemanisan iman : (iaitu) Allah S.W.T dan Rasul-Nya adalah lebih dia cintai daripada selainnya (Allah dan Rasul), dan dia mencintai seseorang semata-mata kerana Allah S.W.T, dan dia benci untuk kembali kepada kekufuran (maksiat) sebagaimana dia benci dilemparkan ke dalam api."
(Hadis Sahih Riwayat Bukhari dan Muslim dan lain-lain)
Manisnya coklat berkualiti itu menggembirakan.
Manisnya, lazatnya makanan kegemaran itu menyeronokkan.
Manisnya senyuman dan wajah itu menenangkan.
Manisnya tutur bahasa itu membahagiakan.
Namun halawatul (kemanisan) Iman itu bagaimana?
Ianya suatu rasa yang lebih hebat.
Kemanisan Iman, satu anugerah  daripada Allah S.W.T.
Kemanisan Iman, rasa nikmat ketika melakukan ketaatan kepada Allah S.W.T.
Kemanisan Iman itu adalah kegembiraan hati, tenangnya jiwa dan bahagianya hidup.
من لم يذوق لا يفهم
Siapa yang tidak merasa, tidak memahami.
 
Halawatul Iman itu tidak dapat dirasai melainkan oleh mereka yang sempurna iman dan benar-benar mencintai Allah S.W.T dan Rasul-Nya.
Kemanisan Iman, adalah sesuatu yang kita perlu berusaha sedaya-upaya untuk merasainya.
Kita taat dan mencintai Allah S.W.T dan Rasul-Nya, demi kemanisan Iman.
3. Untuk meraih Cinta Yang Maha Mencintai
Daripada Abu Darda' r.a. bahawasanya:
Rasulullah s.a.w bersabda: "Di antara doa Nabi Daud 'alaihissalam ialah: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu cinta-Mu dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu dan aku memohon kepada-Mu perbuatan yang dapat menyampaikanku kepada cinta-Mu. Ya Allah, jadikanlah cinta-Mu lebih kucintai daripada diriku dan keluargaku serta air dingin."Dan bila Rasulullah s.a.w  mengingat Nabi Daud 'a.s beliau menggelarinya sebaik-baik manusia dalam beribadah kepada Allah S.W.T."(HR Tirmidzi 3412)
Betapa manusia mengharap cinta daripada kekasih, sifat raja' (harap) itu lebih utama kepada Allah S.W.T.
Betapa manusia berusaha memenangi cinta insani, cinta daripada Allah S.W.T itu lebih utama untuk diraih.
Itulah cinta hakiki yang kita dambakan.

Mencintai Allah S.W.T tidak akan pernah ada erti kecewa atau dikhianati.
Cinta kepada-Nya pasti dibalas dengan cinta daripada-Nya, dibalas dengan pelbagai curahan nikmat dan rahsia yang seni.
Berbahagialah jiwa yang taat dan cinta kepada Allah S.W.T, kebahagiaan di dunia yang sementara dan kebahagiaan di syurga yang kekal abadi.
4. Kerana Allah S.W.T telah memperingatkan dan memberi ancaman:
قُلْ إِنْ كَانَ أبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ
Katakanlah: "Jika bapa-bapa, anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khuatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya,maka tunggulah sehingga Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah S.W.T tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasiq.
(Surah At-Taubah 9: Ayat 24)
 

Kepada-Mu Kami Memohon:
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu cinta-Mu, dan cinta orang yang mencintai-Mu, dan kecintaan terhadap amal yang mendekatkan diriku kepada-Mu. Keampunan-Mu ku pohon, andai ada selain-Mu yang lebih utama dalam hatiku.
By: I LUV ISLAM